Media Gathering & Plant Visit – One Day Trip ke Pabrik Bosowa Semen

Sabtu 29 Juli 2017 lalu menjadi hari yang berbeda dari biasanya. Beberapa teman blogger Makassar yang terpilih, diajak berkunjung ke Pabrik Bosowa Semen di Maros bersama wartawan/jurnalis Makassar dalam acara “Media Gathering & Plant Visit”. Acara tersebut juga dirangkaian dengan pemberian bantuan langsung -sebagai salah satu program CSR Bosowa Semen- berupa semen regular, pembuatan 383 unit jamban dan binaan 13 kelompok wanita tani Desa Baruga dan Desa Tukamasea Kec Bantimurung.

Bosowa Semen merupakan produsen semen swasta nasional terbesar di Indonesia. Perusahaan ini lahir di masa krisis ekonomi dan mulai memproduksi semen ketika ekonomi nasional sedang lesu. Saat ini, Bosowa memiliki 3 pabrik, yaitu di Maros dengan kapasitas produksi terpasang 4,2 juta ton/tahun, Batam dengan kapasitas 1,2 juta ton dan Banyuwangi dengan kapasitas 1,8 juta ton. Jadi total Bosowa Semen mampu memproduksi  7,2 juta ton semen/tahun. Angka ini hanya kalah dari Semen Indonesia, Semen Tiga Roda dan Semen Holchim. Jadi Bosowa Semen adalah produsen semen terbesar ke-empat di Indonesia setelah Semen Indonesia Group (Persero), Tiga Roda dan Holchim. 2 Nama terakhir merupakan milik perusahaan asing.

Pabrik Bosowa Semen di Maros berada di Kec. Bantimurung, tepatnya di desa Baruga dan sebagian desa Tukamasea. Untuk mencapai tempat tersebut, peserta gathering dijemput di Menara Bosowa sebagai meeting point menggunakan 2 buah bus. 1 bus diisi wartawan, sementara bus lainnya diisi teman-teman blogger dan netizen. Rute yang diambil adalah melalui jalan tol -yang juga dikelola oleh anak usaha Bosowa Group– dan keluar di simpang lima bandara yang masih agak macet, kemudian menyusuri jalan poros Makassar-Maros-Pangkep. Selanjutnya berbelok ke arah Pabrik Bosowa Semen yang ditandai dengan billboard raksasa sebagai penunjuk lokasi menuju pabrik. Kami melewati dermaga perahu Rammang-rammang yang ramai dengan pengunjung yang ingin menyusuri sungai. Jalan ke Pabrik Bosowa Semen ini memang juga merupakan jalur untuk menuju tempat wisata Rammang-rammang.

Kontingen Blogger Makassar di depan Menara Bisowa source: Abby Onety’s Photo

Kami memasuki kompleks pabrik yang kelihatan sepi dengan aktivitas manusia. Mobil bus yang membawa kami langsung menuju salah satu gedung yang berada di depan Mesjid. Gedung berlantai 2 yang dikenal dengan nama Gedung CCR (Control Center Room). Di sini kami langsung menuju ke sebuah ruangan yang sudah dipersiapkan.

Diskusi dan Penyerahan Bantuan CSR

Kami disambut dengan hangat oleh jajaran direksi Bosowa Semen dalam sebuah forum diskusi. Salah satunya oleh Bapak Rachmat Kaimuddin yang merupakan Managing Director of Bosowa Semen. Dalam diskusi ini, Pak Rachmat menjelaskan tentang seluk beluk pabrik Bosowa Semen mulai dari sejarah berdirinya Bosowa Group, sejarah berdirinya pabrik Bosowa Semen, kendala yang dihadapi ketika baru berdiri, layout pabrik, proses produksi, hingga pengolahan bahan baku. Sambil diskusi, peserta juga disuguhkan berbagai penganan tradisional, mulai dari barongko, katirisala, lemper, risoles dll.

Bapak Rachmat Kaimuddin di depan para peserta gathering

Selanjutnya perwakilan warga desa dihadirkan untuk menerima bantuan CSR. Ada 3 jenis CSR yang diserahkan saat itu, yaitu Bantuan Semen Regular untuk Desa Baruga, Desa Tukamasea, dan Kec. Bantimurung. Kemudian Pembuatan 383 Unit Jamban untuk warga sekitar dan yang terakhir Binaan 13 Kelompok Wanita Tani Desa Baruga dan Desa Tukamasea.

Pemberian bantuan CSR untuk warga di sekitar lokasi pabrik Bosowa Semen

Kunjungan Pabrik
Sebelum berkeliling ke area pabrik Bosowa Semen, tim dari K3 memberikan briefing tentang hal-hal apa yang perlu diperhatikan di area pabrik. Setelah itu peserta menuju bus yang akan mengantar peserta berkeliling. Beberapa staf/karyawan yang ikut di bus yang kami tumpangi menjelaskan nama dan fungsi setiap melewati unit2/bangunan yang berada di komplek pabrik. Sayangnya kami tidak mendengar proses peledakan (blasting) karena sudah dilakukan ketika kami masih di dalam ruangan.

Source : alfulaila.com

Kami berhenti di area tanah lapang berdebu untuk mengambil foto. Panas terik tak menyurutkan semangat peserta untuk hunting foto. Apalagi sebelumnya diumumkan bahwa akan ada lomba foto yang akan diselenggarakan. Tidak banyak aktifitas manusia yang terlihat di area pabrik. Hanya ada beberapa truk yang melintas serta petugas keamanan dan K3. Karena memang pabrik ini sudah menggunakan sistem komputerisasi. Semuanya diawasi dan dikendalikan dari sebuah ruangan di gedung CCR.

Ruang Computer Control di Gedung CCR

Makan Siang

Dari rundown acara yang dibagikan pihak panitia, rencana makan siang akan diadakan di sebuah tambak/empang milik perusahaan. Lokasinya sekitar 1 jam perjalanan dari pabrik Bosowa Semen. Perjalanan yang lumayan jauh tersebut langsung terbayar ketika melihat pemandangan dan suguhan makanan yang dihidangkan. Di atas meja di rumah panggung di atas empang, tersaji makanan seafood dengan berbagai olahan, sayuran, berbagai jenis sambel dan makanan penutup lainnya. Para peserta dengan tertib langsung mengeksekusinya sambil duduk lesehan di lantai. Suasana kekeluargaan antara pihak Bosowa Semen dan jurnalis serta blogger sangat terasa. Acara hari itu ditutup dengan perut kekenyangan dan mata mengantuk.

Rumah di atas empang milik Bosowa source : alfulaila.com

Sajian hidangan makan siang yang sunggu menggoda source: suryanipalamui.com

 

Terima kasih Bosowa Semen untuk One Day Trip nya yang berkesan.

video by : Suryani Palamui

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − one =