Pasar Pagi Tello

Pasar Pagi Tello
Pasar Pagi Tello

Pasar Pagi Tello

~ Postingan ini diikutkan pada event tantangan blogbucket #SewinduAM dalam rangka ulang tahun ke 8 Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri sekaligus menjawab tantangan dari bundanya #BabyJo (@_nanie_ | nanie.me) dengan tema Pasar Tradisional ~

Pagi itu, selepas sholat subuh saya membuka kulkas untuk mengambil air minum. Saya pun mencoba menebak kira2 bundanya #babyjo akan masak apa nanti yah? Saya buka container sayuran di bagian bawah kulkas, ternyata sayur sudah habis. Ah waktunya ke pasar. Jadilah pagi itu saya ke pasar pagi tello menggunakan sepeda. Sengaja saya menggunakan sepeda, hitung2 sekalian olah raga pagi.

Pasar Tello adalah salah satu pasar tradisional di Makassar yang lokasinya berada di ujung timur jalan Abdullah Daeng Sirua dan jalan Inspeksi PAM. Di pagi hari, pasar ini melebar sampai ke jalan Dr. Leimena yang berada di belakang PLTU Tello. Pedagang yang berjualan di pinggir jalan Dr. Leimena ini biasanya hanya penjual ikan, sayuran, kue dan barang campuran. Tak jarang pasar pagi ini jadi penyebab kemacetan karena berada di pinggir jalan yang merupakan salah satu akses keluar warga antang. Untungnya pedagang yang berjualan di jalan ini hanya sampai jam 8 pagi, makanya saya menyebutnya Pasar Pagi Tello. Setelah itu aktifitas jual-beli akan berpindah di jalan inspeksi pam yang berada di seberang kanal. Di sini pedagang mendiami kios2 semi permanen dan buka sampai jam 10 malam.

Pasar Tello memang kurang terkenal karena memang hanya pasar kecil. Kios2 semi permanen yang berdiri di sana bisa dihitung jari. Namun yang dijual untuk kebutuhan sehari-hari lumayan lengkap. Mulai dari sayur-sayuran, ikan segar, ayam, telur, tahu tempe, ubi, barang campuran sampai dengan lauk-pauk siap makan. Biasanya beda pedagang beda harga, makanya harus pintar menawar, terutama ikan dan sayuran. Dalam seminggu kadang sampai 3 kali saya berbelanja di sana.

Yah, saya memang yang selalu kebagian tugas berbelanja di pasar. Sayur atau ikan apapun yang saya beli, akan diolah bundanya #babyjo. Kecuali kalau dia ingin memasak yang spesial, baru dia me-request belanjaan. Di pagi hari saya memilih berbelanja di pinggir jalan Dr Leimena (pasar pagi), karena biasanya kios langganan di pasar belum buka. Kalaupun sudah buka biasanya sayuran yang dijual belum lengkap.

Setelah membeli sayuran segar dan udang, saya pun membeli kue buroncong, kue kesukaan bundanya #babyjo. Penjual kue ini selalu mangkal di ujung pasar pagi ini. Setelah itu saya kembali mengayuh sepeda menuju ke rumah dengan kantong berisi sayuran. Jalanan mulai ramai dari arah berlawanan, sepertinya warga antang sudah banyak yang beranjak menuju tempat kerja. Ternyata pagi itu bundanya #babyjo mau masak nasi goreng spesial kesukaanku.
nasgor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 16 =